Mie Sagu: Mie Sehat Berbahan Lokal Dari Maluku Dan Cara Pembuatannya

 “Data tahun 2009 menunjukkan bahwa setiap orang Indonesia mengkonsumsi mie 73 bungkus/tahun dan terus meningkat sebesar 6%. Ini menjadikan Indonesia merupakan negara terbesar ketiga pengkonsumsi mie di dunia. Pada tahun 2008 saja, nilai impor terigu kita (Indonesia -red) sudah mencapai 22,5 triliun rupiah, dan akan terus meningkat karena tanaman gandum yang merupakan bahan baku terigu tidak dapat tumbuh di Indonesia,”
Melihat kenyataan yang ada, tergerak oleh para ikm-ikm kecil di daerah kepuluan maluku mulai mencari alternative untuk memanfaatkan kekayaan alam maluku terutama makanan yang menjadi kegemaran masyarakat maluku sejak dahulu yaitu sagu. Sagu yang pada awalnya hanya diolah menjadi PAPEDA (menu utama pengganti nasi layaknya orang indonesia). Kini telah mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Banyak penggagas para pemuda dan pemudi di daerah maluku mulai mempadukan sagu sebagai bahan campuran pada makanan lain. Alhasil banyak tercipta makanan-makan unik berbahan dasar sagu. Dimulai dari makanan utama sampai dengan jenis-jenis kue tradisional dan cemilan sore sembari menikmati teh hangat  dan lain sebagainya.
Gagasan yang sangat spektakuler yaitu mie sagu. Mungkin bagi beberapa orang yang mendengar nama mie sagu pasti merasa kelihatan asing, tapi tunggu dulu rasa yang di tawarkan memang sungguh nikmt tak kala dengan mie-mie yang di jual pada umumnya. Mie sagu sendiri 98% terbuat dari bahan dasar utama yaitu sagu. Sagu yang di peroleh 100% berasal dari maluku.

#Keunggulan mie sagu

  • Dari sisi karbohidrat, sagu ternyata memiliki kandungan karbohidrat sangat tinggi. Sedangkan terigu kaya akan gizi lainnya seperti protein, lemak dan sifat yang dapat mengembang. Sementara dari sisi keawetan, jika disimpan dengan kadar air sama, mie sagu akan lebih tahan lama dibanding mie terigu.
  • “Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, ini berarti menunjang Peraturan Presiden No 22 th 2009 tentang kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Pati sagu, bahkan diketahui mengandung resisten starch yang bertahan lama di usus dan bermanfaat bagi mikroba di usus,”
  • Tidak seperti yang diyakini masyarakat selama ini bahwa jika terlalu banyak mengkonsumsi mie akan berbahaya bagi usus, mie sagu ini sama sekali tidak berbahaya bagi usus. “Kandungannya yang hanya terdiri dari karbohidrat, menjadikan mie sagu tidak memiliki efek negatif bagi usus. Bahkan mie sagu dengan resisten starch nya menjadi probiotik bagi usus sehingga dapat melancarkan pencernaan. Mengkonsumsi mie sagu secara rutin juga diyakini dapat menjaga kesehatan terutama bagi penderita diabetes,”

#Banyak Khasiatnya

  • Mi sagu banyak memiliki khasiat bagi kesehatan. Ir Endang Yuli Purwani MSi, peneliti BB-Pascapanen yang menggeluti mi sagu mengemukakan, mi sagu mempunyai kandungan resistant starch (RS) atau pati tak tercerna lebih besar dibandingkan dengan mi instan atau mi terigu biasa. Kadar RS dalam mi sagu sekitar 45 miligram, atau 4-5 kali lebih besar dibanding mi instan. RS dihasilkan pada saat proses perendaman helaian mi dan memicu rekristalisasi pati yang dikenal dengan retrogradasi.
  • “Pati retrogradasi merupakan salah satu sumber pati yang tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim dalam sistem pencernaan manusia. Kemudian difermentasi oleh mikroflora di dalam usus besar. Fungsi prebiotik ditunjukkan oleh RS dengan menjaga keseimbangan mikroflora usus,” tutur Endang.
  • Dijelaskan, sifat asli pati sagu tidak memiliki gluten jenis protein pada tepung terigu yang berperan penting dalam pembentukan adonan untuk mi, sehingga teknik pembuatan mi sagu berbeda karena adonan tidak dapat dibentuk menjadi lembaran seperti pada cara pembuatan mi terigu.

Selain itu sumber informasi dari Pusat Tekhnologi Agroindustri (PTA) BPPT telah melakukan pengembangan mie sagu, yaitu mie yang terbuat dari bahan dasar sagu. “Potensi sagu yang sangat besar yaitu senilai 1 juta ton dan potensi pasar yang cukup menjanjikan, menjadikan pengembangan mie sagu ini patut dilakukan,”
“Melalui mie sagu ini, berarti telah memanfaatkan bahan baku lokal dan secara makro dapat mengurangi impor terigu. Bila kita dapat mengambil pangsa pasar 10% saja, maka kita dapat menghemat devisa negara hingga 2 triliun,”
Dengan pemahaman tersebut sekarang daerah timur indonesia kini mulai dilirik sebagai produsen sagu . untuk diberdayakan dan membuat prospek keuntungan. Selain itu,hal ini akan terus di pantau apabila memungkinkan maka pengembannya akan di perluas ke seluruh indonesia. Sehingga tanaman dan industri sagu bisa berkembang pesat.
Bagi yang berminat bagaimana sagu ini diolah menjadi sebuah mie yang nikmat dan lezat, silahkan klik disini!!! Para pembaca sekalian akan mendapatkan panduan secara tekhnis pembuatan mie sagu.

Salam hangat satu hati. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian 🙂

2 thoughts on “Mie Sagu: Mie Sehat Berbahan Lokal Dari Maluku Dan Cara Pembuatannya

Alangkah Indahnya Jika Komentarmu Turut Menghiasi Blog Ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s