Buat Rencana Bisnis dengan Metode Quick Plan

Rencana bisnis atau business plan ialah sebuah elemen vital dalam bisnis. Di satu sisi, sebagian orang berargumen bahwa rencana bisnis mutlak harus dibuat sebelum membuka bisnis. Di sisi lain, ada sebagian kelompok yang tidak mewajibkan adanya rencana bisnis bahkan cenderung mengabaikannya. Terlepas dari perdebatan tersebut, rencana bisnis memiliki fungsi penting, yaitu memberikan gambaran umum terhadap para investor dan pemberi pinjaman mengenai bisnis yang kita kerjakan.

Setiap rencana bisnis memiliki sebuah struktur khas yang ditentukan oleh kebutuhan pengumpulan modal dan jenis bisnis tertentu. agak berbeda dalam pembuatan bisnis plan secara sistematis . namun dalam metode quick plan akan dipaparkan bagaimana dan apa yang harus dimasukkan dalam sebuah rencana bisnis. menurut metode quick plan (  Mike P. McKeever  ) ,Metode ini relatif lebih mudah diterapkan bagi entrepreneur pemula karena bisa disusun dalam waktu satu hari saja.

Perlu diingat bahwa banyak orang yang tidak punya cukup banyak waktu untuk mencermati semua bagian rencana bisnis Anda. Mereka cenderung akan membuat keputusan awal apakah akan meminjami Anda modal atau berinvestasi dalam proyek Anda dengan berdasarkan kesan pertama yang mereka dapatkan setelah membaca ringkasan rencana bisnis Anda. Yang lain mungkin akan membaca secara lengkap terutama jika ringkasan rencana bisnis Anda membuat mereka tertarik. Jadi buatlah kalimat dengan poin-poin yang kuat di alinea awal secara ringkas. Mengapa ringkas? Karena Anda bisa memaparkannya dengan lebih rinci di bagian-bagian selanjutnya. Dua aturan yang harus Anda ingat dalam membuat rencana bisnis yaitu: singkat dan spesifik.

Unsur-unsur rencana bisnis menurut metode quick plan:

* HALAMAN JUDUL
Bagian ini memuat judul. Judul sebaiknya singkat dan lugas sehingga mudah dimengerti dalam sekali baca. Biasanya halaman judul memuat nama bisnis, periode waktu business plan, nama para pemimpin utama/ pendiri, nama orang yang menjadi pembaca rencana bisnis, dan tanggal presentasi (jika disajikan dalam bentuk presentasi).

* RINGKASAN
Ringkasan rencana bisnis menyajikan poin-poin dasar dan fundamental. Idealnya, bagian ini memuat sebuah pernyataan tentang jumlah keseluruhan uang atau modal yang Anda sedang butuhkan/ cari. Di sini Anda harus berikan informasi mengenai siapa Anda, apa yang Anda hendak lakukan, berapa banyak jumlah uang/ modal yang Anda butuhkan, dan seberapa besar laba yang Anda harapkan untuk bisa dihasilkan.

* DAFTAR ISI
Daftar isi memuat nama/ judul setiap bagian rencana bisnis. Daftar isi bervariasi sesuai dengan jenis bisnis yang menjadi topik dalam rencana bisnis.

* PERMASALAHAN
Permasalahan memiliki sebuah fungsi khusus, yaitu memberikan informasi mengenai visi, motivasi dan fokus. Meskipun permasalahan ialah sebuah bagian rencana bisnis yang pendek, ia harus mencakup informasi penting mengenai masalah yang dihadapi secara singkat dan padat. Lakukan dengan curah gagasan, yaitu dengan menulis jawaban untuk ke 5W–who (siapa), what (apa), where (di mana), when (kapan), dan why (kenapa).

* GAMBARAN BISNIS
Sebuah gambaran bisnis biasanya memberikan gambaran umum tentang perusahaan/ bisnis dengan menyuguhkan informasi yang paling relevan dan enonjol dalam setiap aspek bisnis. Di sini, usahakan untuk tetap singkat dan padat dalam menulis. Apa saja yang harus ditulis? Tuliskan sejarah singkat perusahaan, peran bisnis Anda di masa kini, tinjauan umum tentang industri yang digeluti, posisi bisnis Anda dalam industri tersebut, masukkan sedikit data statisik, bagaimana perusahaan Anda berkembang, sebutkan tujuan dan berikan penekanan tentang tujuan yang paling penting serta berikan penjelasan bagaimana pembaca rencana bisnis Anda bisa ikut terlibat secara aktif dalam mewujudkannya.

* PRESTASI BISNIS
Sesuai namanya, bagian ini memberikan informasi mengenai semua prestasi yang bisnis Anda telah capai. Prestasi bisa berupa penghargaan, klien kaliber internasional, dan sebagainya.

* PROYEKSI PENERIMAAN PENJUALAN
Lakukan proyeksi dengan berdasarkan ppada volume bisnis yang Anda harapkan, bukan pada berapa banyak yang Anda butukan agar bisa menghasilkan laba. Jika Anda memperkirakan terlalu tinggi, bisnis Anda tidak akan mendapat cukup modal. Sebaliknya jika terlalu rendah, Anda tidak akan siap atau mampu untuk menangani semua urusan bisnis yang menghampiri Anda. Cara termudah memproyeksikan penerimaan penjualan ialah dengan menemukan penerimaan penjualan per tahun dibagi luas toko/ lokasi usaha dalam satuan kaki persegi. Kemudian kalikan angka tersebut dengan ruang lantai perkiraan yang dibutuhkan untuk menghasilkan estimasi penerimaan penjualan per tahun Anda. Misalnya, sebuah bisnis menunjukkan penjualan per kaki persegi per tahun sebanyak Rp 2 juta. Jika Anda memiliki 2.000 kaki persegi ruang lantai, penerimaan penjualan tahunan taksiran Anda menjadi Rp 2.000.000.000.000 (Rp 2 juta kali 2.000 kaki persegi). Taksiran Anda harus mempertimbangkan semua hal yang membuat Anda berbeda dari toko/ bisnis lainnya.

* PROYEKSI UNTUNG DAN RUGI
Bagian ini merupakan proyeksi besarnya penjualan dan laba yang akan Anda hasilkan. Ini juga pilar utama dari rencana bisnis Anda. Secara umum, di sini Anda memberikan perkiraan berapa banyak uang/ modal yang Anda butuhkan dan berapa banyak modal yang akan dibelanjakan untuk beberapa periode mendatang.

* RENCANA BELANJA MODAL
Bagian ini memuat semua hal yang harus Anda beli sebelum bisnis Anda mulai beroperasi dan menghasilkan penerimaan penjualan. termasuk inventaris awal, perlengkapan, ijin usaha, simpana usaha untuk sewa tempat, dan sebagainya.

* PROYEKSI ARUS KAS
Mulailah dengan jumlah laba (atau rugi) bulanan yang Anda peroleh dalam proyeksi untung dan rugi. Kemudian lakukan penyesuaian setiap bulannya dengan laba bulanan untuk memberikan penjelasan tentang perbedaan waktu dalam pengumpulan dan pembelanjaan uang.

* LAMPIRAN
Sertakan laporan keuangan setidaknya dua tahun sebelumnya (jika bisnis Anda merupakan bisnis hasil ekspansi), salinan perjanjian sewa yang diajukan, salinan penawaran untuk pekerjaan konstruksi yang dibutuhkan, rencana untuk pekerjaan konstruksi, resume para pegawai yang memegang posisi penting, daftar barang yang akan dibeli sebagai inventaris awal, gambar logo bisnis, salinan artikel koran atau terbitan lainnya yang berhubungan dengan bisnis Anda. Susun dalam urutan yang baik dan tambahkan sebuah tabel isi untuk lampiran.

Semua penjelasan singkat ini bisa diperdalam dengan mencari referensi yang lebih lengkap dalam berbagai buku tentang penyusunan rencana bisnis yang baik. Ingin memulai bisnis di awal tahun 2011? Siapkan rencana bisnis Anda sekarang!

Perlu dingat dalam metode quick plan pencantuman isi harus jelas,berbobot dan menarik sehingga bisa menarik pihak investor, bank, dan penyedia modal.

Alangkah Indahnya Jika Komentarmu Turut Menghiasi Blog Ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s