Buka Jaringan Itu Enggak Sulit Kok..

APA yang kamu lakukan ketika berkesempatan bertemu dengan orang-orang penting di suatu acara. Apakah kamu akan menyapa dan mengajak mereka ngobrol atau hanya terpaku di tempat saking bersemangatnya? 

Mengapa tidak kamu ambil kesempatan tersebut untuk memperluas jaringanmu, apalagi jika orang-orang yang kamu temui itu adalah pribadi-pribadi berpengaruh di bidang yang ingin kamu geluti.

Malu? Takut? Tidak percaya diri? Itu lumrah terjadi. Tapi networking atau membangun jejaring adalah tentang keluar dari zona nyamanmu. Jika kamu masih bingung bagaimana untuk memulai jejaring sosialmu sendiri, informasi ini mungkin bisa membantumu.

MEMBUKA dan membangun jaringan memang tidak mudah. Kita harus berani keluar dari zona nyaman untuk bisa memulai kontak dengan orang lain.

Sejatinya, jejaring sosial yang kuat akan menjadi fondasi yang dapat menghubungkan kita dengan bidang yang ingin kita geluti. Berikut tips yang sekiranya dapat bermanfaat bagi teman pembaca sekalian:

Langkah pertama: mulai dari bawah

Enggak usah merasa minder jika kamu tidak memiliki teman atau kenalan dengan posisi-posisi penting, sebab memulainya dari bawah akan menjadi fondasimu ketika membangun jaringanmu sendiri.

Membangun hubungan yang baik dengan teman dan keluarga akan membuka banyak peluang tidak terduga untuk dirimu.

Ide bagus lainnya adalah dengan membangun hubungan pertemanan yang baik dan kuat dengan teman-teman satu jurusan di kampus. Mereka akan menjadi kolegamu ketika sudah bekerja nanti, jadi tetaplah menjaga kontak dengan mereka.

Ingat saja, selalu ada benang merah dalam hubungan antara orang-orang yang kamu kenal. Jadi sediakan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, siapa yang mereka kenal, di mana, dan bagaimana mereka mungkin dapat membantumu.

Langkah kedua: buat kartu nama

Biasanya, orang yang punya kartu nama adalah mereka yang sudah memiliki pekerjaan. Tapi, enggak ada salahnya kok jika kamu ingin membuat kartu nama untuk mewakili dirimu sendiri.

Kartu nama menunjukkan profesionalitas. Dia juga membuat perkenalan dengan orang baru menjadi lebih efisien dan efektif. Lebih mudah bertukar kartu nama ketimbang sibuk menuliskan nama dan nomor kontakmu di selembar kertas, kan?

Membuat kartu nama juga mudah, kamu bisa mendesain dan mencetaknya sendiri atau pergi ke percetakan dan memilih desain yang mereka sediakan. Jangan lupa, Jaga agar kartu namamu terlihat klasik dan profesional. Informasi yang kamu cantumkan adalah nama lengkap, pekerjaan – misalnya ‘Mahasiswa Bisnis’, alamat email, dan nomor telepon seluler (ponsel).

Jika kamu diberi kartu nama oleh seseorang dalam sebuah perkenalan sebelum kamu memberikan kartumu, itu merupakan pertanda bagus. Perlu diingat, ketika kamu menerima kartu nama, kirimkan email atau pesan singkat untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut. Ini merupakan bagian dari networking.

Langkah ketiga: jadi orang yang menyenangkan

Tahap ini mengharuskanmu memperlakukan orang lain dengan rasa hormat.

  • Permudah orang yang ingin membantumu.

 Misalnya, ketika kamu menginginkan sebuah resume, berilah informasi lengkap kepada orang yang kamu mintai tolong. Apa saja informasi yang kamu butuhkan dalam resume itu, kapan tenggat waktunya, dan sebagainya.

  • Mudah dihubungi

 Pilih salah satu saluran yang selalu kamu akses untuk berkomunikasi dengan orang lain, misalnya ponsel atau email. Jika kamu memilih ponsel, tegaskan apakah kamu lebih suka dihubungi via pesan singkat (SMS) atau telepon. Jika kamu memiliki beberapa nomor ponsel, pilih satu nomor yang pasti selalu aktif dan berada dalam jangkauan.

  • Hormati waktu orang

 Semua orang punya kesibukan masing-masing. Jangan mengganggu mereka dengan menuntut mereka segera menjawab email kita yang dilabeli ‘Urgent’, padahal tidak.

  • Jangan ‘meneror’ orang

 Jika kamu tidak mendengar kabar dari seseorang dalam beberapa waktu, jangan berasumsi mereka tidak mendapatkan pesanmu. Tempatkan dirimu pada posisi mereka dan kirimkan kembali pesan yang ingin kamu sampaikan dalam satu atau dua minggu, tergantung seberapa penting masalahnya.

  • Apresiatif dan bijaksana

 Ingatlah, kita bekerja sama dengan orang yang mungkin juga memiliki masalah pribadi. Sesekali, tawarkan bantuan kepada mereka, atau kirimkan SMS atau email lucu untuk mencerahkan hari mereka.

Langkah keempat: menyempurnakan kesan pertama 

Kita enggak akan pernah tahu akan bertemu dengan siapa dalam kesempatan seperti apa. Ketika bertemu seseorang untuk pertama kalinya, tersenyumlah dan jabat tangan orang itu dengan tegas. Jabatan tangan yang tegas merefleksikan kepercayaan diri dan merupakan cara yang positif agar kita diingat orang lain.

Ketika lawan bicaramu memperkenalkan diri, ulangi namanya sebagai penegasan. Setiap orang menyukai ketika namanya disebutkan. Dengan melakukan ini, kamu menunjukkan bahwa kamu memperhatikan dan sepenuhnya tertarik dengan lawan bicaramu.

Langkah kelima: melamar untuk magang 

Magang kerja adalah peluang lain untuk membangun jaringan dengan orang-orang dalam bidang yang ingin kamu geluti. Selain itu, magang kerja juga menjadi kesempatan untuk kita mendapatkan mentor, seseorang yang lebih tua dan berpengalaman dalam bidangnya.

mudah kan.. hehehehehe.. dengan niat dan keyakinan yang kuat untuk melakukan sesuatu pastilah akan di beri kemudahan. dan jangan lupa di sertai DOA .
bagaimana ..Jadi, siap untuk membangun dan mengembangkan jaringanmu, kan?

Alangkah Indahnya Jika Komentarmu Turut Menghiasi Blog Ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s