Hati Yang Terselimuti

Yang slalu ku rasa… Tanpa kau tau rasa itu ada….

Ku ingin kau milikku… Ku ingin kau untukku..

Namun ku takkan memaksa… Jika itu hanya khayalku saja…

Kau datang Continue reading

Advertisements

Tentang Kamu

kamu  itu inspirasi tanpa batas di setiap puisi amatirku
kamu adalah nasabah dalam tabungan rinduku
kamu itu salah satu kepingan puzzle hidupku
kamu adalah pemeran utama dalam setiap imajnasiku
kamu itu selalu tak terduga
kamu adalah sesuatu yang sangat jauh hingga tak tersentuh
kamu itu siluet di setiap senja yang kunikmati di jendela kamarku
kamu itu seseorang yang nantinya akan kuhadiahi doorprize dari tabungan rinduku
kamu itu seperti jerawat, tiba-tiba datang tapi gak ilang2
kamu itu selalu membuatku deg-degan setiap kali melihatmu
kamu itu.. siapa kamu? siapa aku? kamu dimana? aku dimana??

*ternyata amnesia*

Puisi Yang Takkan Ada Habisnya

Kata demi kata kurangkai untukmu

Membentuk bait bait irama mendayu

Tiap larik berisi tentangmu

Semua kenangan bersamamu

Kubaca berulang ulang

Kuganti berkali kali

Kuhapus dan kutulis kembali

Penaku tak henti menari

Hingga waktu berlalu

Aku lelah menulis tentangmu

Terlalu lama jeda kutunggu

Perih kulihat dia di sisimu

Menyerah sudah

Kututup semua lembar tentangmu

Puisi yang takkan ada habisnya

Yang tak pernah berakhir indah

Begitulah akhir dari malam ini, sekedar berbagi jah tentang apa yang sedang terjadi..hm..jika teman-teman attau pembaca sekalian Punya ide tentang lanjutan karya puisi  ini ? bisa ngelanjutin di kolom komentar di bawah …oh iya sekalian gman pendapatnya …

hm… dan Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya 🙂

>SATU<

Tak tau kenapa serasa pikiran yang sedang membludak-bludak ingin memecah dalam keheningan malam, ku ekspresikan hanya lewat sebuah puisi yang menyatakan hati ini dalam keadaan lega.

Satu

Tak ada lagi kata dalam satu

Yang ada Tanya dalam Satu

Yang tak juga menemukan jawab

Bahkan didalam satu itu sendiri

Satu adalah yang pertama

Satu adalah aku

Aku yang selalu ingin menjadi yang ke Satu

Satu2nya untuk mu dan kaupun hanya satu untuk ku

Tapi menjadi satu bagai sayatan sembilu

Menjadi satu itu sakit

Dan menjadi satu itu adalah perihnya luka ter tabur garam

Bahkan aku yang merasa satu2nya pun merasakan perihnya satu.

Satu kadang ingin jadi dua tiga atau empat

Satu bahkan sangat ingin jadi yang terahir

seperti satu mu di hatiku telah menjadi yang terahir

Bukan satu ku di hatimu yang menjadi yang terahir

Jadi satumu dan satuku di hatiku telah berbeda

Kian lama satu semakin membuat ku gila

Aku muak dengan satu ku ini

Aku benci dengan satu ku yang satu2nya

Ingin ku kubur di dalamnya kematian satuku ini

Biar satumu tenang biar satumu senang

Biar satumu bias tertawa diatas muaknya satuku yang mati

Satu mu bisa mencari satu yang lain yang menjadi satu2nya tuk satumu

Satumu bias bebas dari satuku yang tak pernah kau harapkan

Bahkan mungkin satumupun sudah jijik dngan satuku ini.

Mungkin ini yang kau inginkan dari dulu…!!!!

Puas!! -___-“

“satu… maaf aku membunuhmu, walau rasa hati sulit tuk menikam mu wahai satu. Tetapi…. satu kau dan aku harus tau diri… Wahai satu.. nantinya kau akan ku bangkitkan saat ada seseorang yang memberikan satunya yang hanya satu2nya hanya pada mu wahai satuku… tapi jika satu itu tak menjadi satu2nya untuk mu kembali seperti satu yang dulu2 mungkin nanti giliran mu untuk membunuhku dengan satumu wahai satuku….!”